Doa yang lebih utama untuk dimohon oleh manusia

Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam yang telah menurunkan Islam sebagai agama yang dirahmati dan diredhai hingga ke hari Kiamat. Selawat dan salam ke atas junjungan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam yang menjadi cahaya penerang kepada umat ini. Di sini saya ingin membawa satu topik berkaitan hajat, iaitu dalam banyak-banyak hajat atau doa yang diingini manusia, mana satukah doa-doa yang seharusnya kerap diminta kepada Allah berbanding yang lain.

Saya membawakan beberapa hadis yang boleh kita ambil manfaat daripadanya.

Dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap Nabi mempunyai doa yang telah dikabulkan, sedang aku insyaAllah terus akan menyimpan doaku sebagai syafaat untuk umatku di hari kiamat nanti.” (Sahih Bukhari, no. 6920, Sahih Muslim, no. 293)

Di sini kita dapat lihat, doa yang akan dikabul Allah, maka Rasulullah simpan di kemudian hari (akhirat) sebagai syafaat bagi umatnya yang berdosa agar mereka dapat masuk ke syurga Allah Taala.

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: “Ummu Habibah (isteri Rasulullah) pernah berdoa seperti berikut: “Ya Allah, berikanlah aku kenikmatan (panjangkanlah usiaku) bersama suamiku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ayahku, Abu Sufyan, dan saudaraku, Mu’awiyah.” Mendengar doa itu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada isterinya, Ummu Habibah: “Sesungguhnya kamu memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ajal, kematian, dan rezeki yang telah ditentukan, di mana Allah tidak akan mempercepatkan atau pun melambatkan sebelum waktunya. Apabila kamu memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mohonlah agar Dia menyelamatkanmu dari siksa neraka dan siksa kubur, maka hal itu lebih baik bagimu dan lebih utama.” (Sahih Muslim, no. 4814, no. 4815, Musnad Ahmad, no. 3517, no. 3730)

Melalui hadis ini, Rasulullah mengatakan yang utama diminta adalah memohon Allah menyelamatkan diri kita dari siksa kubur dan siksa neraka yang sangat pedih.

Dari Abu Hurairah bahawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk syurga tanpa dihisab.” Lalu seorang lelaki berkata: “Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah supaya aku tergolong dari kalangan mereka.” Beliau pun berdoa: “Ya Allah, masukkanlah dia ke dalam golongan mereka itu.” Kemudian seorang dari golongan Ansar ikut berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah supaya aku tergolong dari kalangan mereka.” Beliau bersabda: “Ukasyah telah mendahului kamu.” (Sahih Bukhari, no. 5364, no. 6060, Sahih Muslim, no. 317, no. 320)

Ukasyah, yakni salah seorang sahabat Nabi memohon agar dia didoakan oleh Nabi supaya termasuk dalam golongan yang dimasukkan ke syurga tanpa hisab.

Dari Abu Musa bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam singgah kepada seorang Badwi. Beliau dimuliakan (oleh Badwi), maka beliau bersabda kepadanya: “Wahai Badwi, katakanlah keperluanmu.” Dia menjawab: “Ya Rasulullah, seekor unta betina dengan pelananya dan domba betina yang diperah (susunya) oleh keluargaku.” Ini diucapkan dua kali. Rasulullah berkata kepadanya: “Mengapa kamu tidak seperti nenek tua Bani Israil?” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, siapa nenek tua Bani Israil itu?” Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya Nabi Musa ‘alaihissalam hendak berjalan membawa Bani Israil, tetapi dia tersesat di jalan. Maka para ulama’ Bani Israil berkata kepadanya: “Kami katakan kepadamu bahawa Nabi Yusuf ‘alaihissalam mengambil janji-janji Allah atas kami, agar kami tidak pergi dari Mesir sehingga kami memindahkan tulang-tulangnya (jasad) bersama kami.” Nabi Musa bertanya: “Siapa di antara kalian yang mengetahui kubur Yusuf?” Mereka menjawab: “Yang tahu di mana kuburan Nabi Yusuf hanyalah seorang wanita tua Bani Israil.” Musa memintanya agar dihadirkan. Nabi Musa berkata kepadanya: “Tunjukkan kepadaku di mana kubur Yusuf.” Wanita tua itu menjawab: “Aku tidak mahu hingga aku menemanimu di syurga (memasuki syurga bersama Musa).” Nabi Musa tidak menyukai (cara) permintaannya, maka diwahyukan kepada Musa: “Kabulkan permintaannya.” Nabi Musa pun memberikan (berdoa) apa yang diminta. Lalu wanita tua itu mendatangi sebuah danau (tasik) dan berkata: “Keringkan airnya.” Ketika air telah surut, wanita itu berkata: “Galilah di sini.” Lalu mereka menggali, mereka menemukan tulang-tulang (jasad) Yusuf. Lalu ia diangkat dari tanah, (lalu) jalanan (yang mereka lalui) terus terlihat terang seperti cahaya di siang hari.” (Mustadrak Al-Hakim, no. 4088, sahih)

Dari hadis panjang ini dapat difahami bahawa Rasulullah mengajar para sahabat dan si Badwi tersebut jangan memohon hajat perkara yang remeh, bahkan perlu mencontohi nenek tua Bani Israil yang meminta agar Nabi Musa memohon pada Allah agar dirinya masuk ke syurga bersama Nabi Musa.

Disimpulkan dari hadis-hadis berikut bahawa hajat yang paling utama kita pohon atau berdoa atau memohon doa dari orang soleh (yang makbul doanya) ialah supaya dimasukkan diri kita ke syurga dan dihindarkan dari siksa neraka dan siksa kubur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*