Dua Raja keluar dari kerajaannya menuju redha Allah

taubatTelah diceritakan oleh Abdullah bin Mas’ud, sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, katanya: “Tatkala seseorang (raja) dari umat sebelum kalian sedang bertafakur di kerajaannya, dia menyedari bahawa apa yang ada padanya telah menyibukkannya dari beribadah kepada Rabbnya, lantas pada suatu malam dia keluar dengan sembunyi-sembunyi dari istananya dan pada pagi hari dia berada di kerajaan orang lain. Kemudian dia mendatangi pesisir pantai lalu membuat batu bata dengan mendapatkan upah, maka dengan rezeki itu dia boleh makan dan bersedekah bakinya.

Hal itu terus berlangsung hingga khabar mengenainya sampai kepada raja mereka berikutan ibadah dan kemurahannya. Lalu sang raja mengundangnya untuk datang namun dia menolaknya, lalu sang raja mengulangi undangannya dan mengulangi lagi namun dia tetap enggan untuk datang, dan dia berkata: “Ada urusan apa aku dengan dia?”

Ibnu Mas’ud berkata: “Lalu si raja mendatanginya, tatkala lelaki itu melihat raja, dia lari. Melihat hal itu raja segera menyusulnya namun tidak dapat mendekatinya. Berkata raja tersebut: “Wahai hamba Allah, aku tidak akan mencelakakanmu”, lantas lelaki itu berhenti hingga raja dapat menemuinya. Raja lalu bertanya: “Siapakah engkau -semoga Allah merahmatimu-?” Dia menjawab: “Aku fulan bin fulan, raja di kerajaan ini dan ini. Aku telah merenungi keadaanku lalu aku menyedari bahawa apa yang ada padaku telah menghalangiku dari beribadah kepada Rabbku, maka aku meninggalkannya dan mendatangi tempat ini untuk beribadah kepada Rabbku.” Maka si raja berkata: “Engkau tidaklah lebih memerlukan kepada ibadah yang engkau lakukan daripada aku.”

Kemudian si raja turun dari kenderaannya lalu mengikuti jejak lelaki itu, setelah itu keduanya (bekas raja) beribadah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla lalu keduanya berdoa kepada Allah untuk dimatikan. Maka keduanya meninggal dunia.

Berkata Ibnu Mas’ud: “Jika aku berada di Rumailah, Mesir nescaya akan aku tunjukan kuburan keduanya sesuai dengan ciri-ciri yang tunjukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.”

(Musnad Ahmad, no. 4085)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*