Kerinduan Madinah terhadap azan zaman Rasulullah

Dalam Tarikh Dimasyq karangan Ibnu Asakir disebutkan bahawa Sayyidina Bilal pernah bermimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

madinahh

Dalam mimpi tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kekeringan apa yang telah melandamu ini wahai Bilal? Bilakah datang waktumu untuk mengunjungiku?” Lalu Bilal tersedar dalam keadaan sedih. Setelah itu ia menaiki kenderaannya menuju Madinah, mendatangi kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menangis di situ sambil mengusapkan wajahnya pada kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.Lalu datanglah Al-Hasan dan Al-Husain kemudian mereka berdua memeluknya dan menciumnya lalu berkata, “Wahai Bilal, kami rindu mendengarkan azanmu.” Bilal pun memenuhi permintaan mereka berdua, ia lalu mengumandangkan azan dari atas atap. Ketika terdengar lantunan suaranya mengucapkan “Allahu Akbar Allahu Akbar”, kota Madinah bergetar. Ketika ia mengumandangan syahadah bertambah lagi goncangannya, hingga ketika ia meneriakkan “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”, para penduduk Madinah keluar dari rumah-rumah mereka sambil berkata, “Apakah Rasulullah diutuskan kembali?”

Sungguh tiada hari yang paling banyak tangisan laki-laki dan perempuan di Madinah semenjak wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melebihi hari itu.

As-Subki berkata dalam “Syifaus Siqam” hal. 39, “Kami telah meriwayatkan kisah itu dengan sanad yang bagus dan tidak perlu lagi meneliti dua sanad yang telah disebutkan oleh Ibnu Asakir itu meskipun para perawinya sudah sangat populer dan terkenal.”

Kisah ini juga disebutkan oleh Ibnul Atsir dalam “Usdul Ghabah” (1/208) As-Samhudi dalam “Wafaul Wafa” (2/408) lalu ia berkata, “Sanadnya bagus.” Asy-Syaukani berkata dalam “Nailul Authar” (3/105), “Telah diriwayatkan perkara ziarah ke makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini dari sejumlah sahabat di antaranya adalah Bilal sebagaimana dalam riwayat Ibnu Asakir, dengan sanad yang bagus.”

One comment

  1. Terharu membaca kisah ini.. sewaktu saya melakukan umrah, apabila sampi ditempat dimana Rasulullah disemadikan, melinang air mata, apabila terkenangkan kisah-kisah Rasulullah yang sentiasa menbantu umatnya dan juga agamanya.. Allahuakbar… Allah humma solliala Muhammad wa’ala alihi wasahbahhi wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*