Sahabat Nabi bermimpi tentang akhirat

1. MIMPI ABDULLAH BIN SALAM

Diriwayatkan oleh Kharasyah bin Al-Hurr, dia berkata: “Saya pernah duduk pada suatu halaqah di dalam masjid Madinah yang dikelolakan oleh seorang syeikh yang berpenampilan menarik, iaitu Abdullah bin Salam, yang dia menyampaikan nasihat kepada para jemaah. Setelah Abdullah bin Salam berdiri, maka para jemaah berseru: “Siapa yang ingin melihat seseorang yang termasuk ahli syurga, maka lihatlah syeikh ini!” Lalu saya berkata: “Demi Allah, saya pasti akan mengikutinya agar saya tahu di mana letak rumahnya.”

Kemudian saya pun mengikuti syeikh tersebut yang berjalan hampir keluar dari Madinah hingga dia masuk ke dalam rumahnya. Kemudian saya meminta izin kepadanya dan dia pun mempersilakan saya untuk masuk ke rumahnya. Syeikh tersebut bertanya kepada saya: “Ada yang dapat saya bantu hai anak muda?” Saya menjawab: “Saya tadi mendengar para jemaah mengatakan tentang engkau ketika engkau berdiri: ‘Barangsiapa ingin melihat seseorang yang akan masuk syurga, maka lihatlah syeikh ini’, hingga akhirnya saya mengikuti engkau.” Abdullah bin Salam berkata: “Sebenarnya hanya Allah-lah Yang Maha Tahu tentang orang yang akan masuk syurga.”

Abdullah bin Salam berkata: “Saya akan memberitahukan kepadamu tentang apa yang mereka katakan tadi. Saya pernah bermimpi dan dalam mimpi tersebut saya didatangi oleh seorang laki-laki. Kemudian laki-laki itu berkata kepada saya: ‘Hai Abdullah, bangunlah!’ Lalu dia memegang tangan saya dan pergi bersamanya. Ternyata di sebelah kiri saya ada jalan yang memanjang dan saya pun ingin lalu di atas jalan itu. Tetapi laki-laki tersebut berkata kepada saya: ‘Janganlah kamu lalui jalan itu, kerana itu adalah jalan orang-orang yang sesat! Selain itu, ada pula jalan yang memanjang di sebelah kanan saya. Lalu laki-laki tersebut berkata kepada saya: ‘Laluilah jalan ini!’

Kemudian dia membawa saya ke sebuah gunung. Sampainya di sana dia berkata: ‘Naiklah!’ Tetapi, setiap kali saya naik, saya terjatuh di atas punggung saya. Kemudian dia mengajak saya pergi hingga sampai di sebuah tiang yang hujungnya di langit dan pangkalnya di bumi serta ada sebuah lingkaran di bahagian atasnya. Laki-laki itu berkata kepada saya: ‘Naiklah ke atas tiang ini!’ Saya menjawab: ‘Bagaimana saya dapat naik ke atas, sedangkan hujungnya ada di langit?’ Lalu laki-laki itu memegang tangan saya dan melemparkan saya ke atas hingga saya bergantungan di atas lingkaran yang ada di hujung tiang tersebut. Setelah itu, dia memukul tiang tersebut hingga runtuh, sedangkan saya tetap bergantungan di atas lingkaran tersebut sampai pagi.

Abdullah bin Salam berkata: “Esok harinya saya datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menceritakan mimpi tersebut kepada beliau. Maka Rasulullah menjelaskan mimpi itu kepada saya: “Jalan yang kamu lihat di sebelah kirimu itu adalah jalan orang-orang yang sesat, sedangkan jalan yang kamu lihat di sebelah kanan itu adalah jalan orang-orang yang baik. Gunung adalah rumah para syuhada’, tetapi kamu tidak dapat meraihnya. Tiang itu adalah agama Islam, sedangkan lingkaran tempat kamu berpegangan adalah agama Islam yang sentiasa akan kamu pegangi hingga kamu meninggal dunia.”

(Sahih Muslim, no. 4538)

2. MIMPI ABDULLAH BIN UMAR

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, dia berkata: “Sudah menjadi kebiasaan seseorang pada masa hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila bermimpi, biasanya dia menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku pun berharap bermimpi hingga aku dapat menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika itu aku masih remaja. Pada suatu hari di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tidur di masjid lalu aku bermimpi ada dua malaikat memegangku lalu membawaku ke dalam neraka, aku melihat neraka yang ternyata adalah lubang besar bagaikan lubang sumur (atau jurang). Neraka itu memiliki dua anjung dan aku melihat di dalamnya ada orang-orang yang sebelumnya aku sudah mengenal mereka. Dengan melihat mereka, membuat aku berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari neraka.”

Kemudian kami berjumpa dengan malaikat lain lalu dia berkata kepadaku: “Janganlah kamu takut.” Kemudian aku ceritakan mimpiku itu kepada Hafsah, lalu Hafsah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau pun bersabda: “Sungguh Abdullah bin Umar adalah seorang yang beruntung (bahagia) bila dia mendirikan solat malam.” Setelah peristiwa ini Abdullah bin Umar tidak tidur malam kecuali sedikit.”

(Sahih Bukhari, no. 1054, Sahih Muslim, no. 4528)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*